PERAN ADMINISTRASI BISNIS DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: SEBUAH TINJAUAN TERHADAP SDGS
Della Anzelia Sitanggang
22042010213
Bela Negara_G125
PENDAHULUAN
SDGs merupakan program global yang bertujuan untuk meningkatkan seluruh potensi dan aset yang digerakkan oleh setiap negara. Sebagai bagian dari masyarakat dunia, penting untuk melihat berbagai negara, termasuk PBB, sebagai "wilayah lokal negara-negara". Seperti yang ditunjukkan oleh Robert Jackson, memahami masyarakat tidak melibatkan penggunaan model sosiologi, melainkan sebuah pertanyaan tentang bagaimana merasa nyaman dengan sejarah dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendominasi pertemuan para praktisi dalam rentang waktu yang luas. Selanjutnya, hal ini penting untuk memahami suatu program secara internasional berdasarkan sudut pandang yang dapat diverifikasi, untuk alasan apa program ini naik ke puncak.
Pembangunan berkelanjutan adalah landasan utama dalam menentukan arah kemajuan manusia di seluruh dunia, dan Tujuan Kemajuan Praktis (SDGs) adalah kompas yang mengoordinasikan upaya kita menuju dunia yang lebih adil, terkendali, dan komprehensif. Di tengah rumitnya tantangan global, program studi Administrasi Bisnis telah muncul sebagai titik dukungan penting dalam membentuk arah kemajuan keuangan yang mempertimbangkan sudut pandang sosial dan alam. Administrasi Bisnis pada umumnya tidak berpusat pada perspektif moneter saja, namun telah menjadi pendorong utama perubahan yang lebih besar. Dalam paparan ini, kita akan menyelidiki hubungan erat antara Tujuan Kemajuan Praktis (SDGs) dan program studi Administrasi Bisnis. Sebagai pemecah masalah, Administrasi Bisnis memahami, namun juga mengoordinasikan standar SDGs ke dalam pandangan dunia bisnisnya, menjadikan pionir masa depan yang dapat mencapai perubahan positif dalam proses perubahan yang mungkin terjadi.
ISI
SDGs dan bisnis memiliki keterkaitan yang sangat erat, di mana peran bisnis tidak hanya sebatas sebagai entitas ekonomi, melainkan sebagai agen aktif yang dapat berkontribusi secara positif terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Pendekatan corporate entrepreneurship berbasis SDGs tidak hanya mampu mengatasi tantangan ekonomi dan sosial, tetapi juga menciptakan peluang bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan ide, berinovasi, dan mengaplikasikan keahlian serta kekayaan intelektual yang dimiliki. Komitmen pemerintah Indonesia, seperti yang tercermin dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017, memberikan dukungan yang kuat terhadap pelaksanaan SDGs, menekankan partisipasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan dan menjaga keberlanjutan kehidupan sosial. Dengan demikian, bisnis memiliki peluang dan tanggung jawab untuk berperan aktif dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, dan SDGs memberikan arahan yang jelas bagi bisnis untuk mengarahkan kontribusinya pada pembangunan yang berkelanjutan. Prinsip-prinsip keberlanjutan yang terintegrasi dalam praktik bisnis dapat menciptakan dampak positif terhadap aspek sosial dan lingkungan, serta memberikan manfaat jangka panjang seperti reputasi baik, keuntungan finansial, dan kelangsungan bisnis yang berkelanjutan.
Administrasi Bisnis, sebagai disiplin ilmu yang menggabungkan dewan, keuangan, SDM dan teknik bisnis, memainkan peran penting dalam melaksanakan standar SDGs, antara lain :
1. Koordinasi SDGs dalam Program Pendidikan Administrasi Bisnis
Program studi Administrasi Bisnis memiliki peluang signifikan untuk membentuk pemimpin bisnis masa depan yang tidak hanya memiliki keterampilan administratif, tetapi juga pemahaman mendalam tentang tanggung jawab sosial dan ekologis. Integrasi ide-ide SDGs ke dalam program pendidikan dapat memberikan dasar bagi mahasiswa untuk memahami dampak bisnis terhadap masyarakat dan lingkungan.
2. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Berbasis SDGs
Administrasi Bisnis dapat mendorong pendekatan CSR yang strategis yang didukung oleh tujuan SDGs. Inisiatif CSR yang terstruktur dengan baik dapat membantu mengatasi tantangan sosial dan lingkungan sambil meningkatkan profil organisasi.
3. Manajemen Sumber Daya Manusia yang Berkelanjutan
SDM merupakan aset utama dalam setiap organisasi bisnis. Administrasi Bisnis dapat mengembangkan strategi dan praktik manajemen sumber daya manusia yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan, termasuk persiapan keterampilan yang relevan dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.
4. Pengembangan Usaha yang Berkelanjutan
Implementasi SDGs dalam Administrasi Bisnis juga dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Mahasiswa dan profesional bisnis dapat didorong untuk merancang rencana tindakan yang tidak hanya produktif secara finansial, tetapi juga memberikan solusi yang efektif terhadap masalah sosial dan lingkungan.
5. Administrasi dan Kolaborasi
SDGs menekankan pentingnya administrasi dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Administrasi Bisnis dapat berperan dalam membangun kemitraan penting antara bisnis, pemerintah, dan masyarakat untuk mencapai dampak yang lebih besar dalam mendukung SDGs.
6. Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial
Administrasi Bisnis tidak hanya berkutat pada pencapaian keuntungan semata, tetapi juga pada etika bisnis dan tanggung jawab sosial. SDGs memberikan pedoman yang jelas kepada administrasi bisnis dalam memastikan bahwa pemeliharaan dan tanggung jawab sosial adalah bagian integral dari setiap keputusan bisnis.
Dengan memahami dan menerapkan standar SDGs, Administrasi Bisnis dapat berubah menjadi kekuatan positif yang mendorong perubahan menuju dunia yang lebih praktis. Dalam menghadapi kerumitan tantangan global, Administrasi Bisnis memiliki potensi peluang untuk menjadi pendorong perubahan positif yang melibatkan semua mitra dalam upaya mencapai tujuan perbaikan yang objektif.
PENUTUP
Secara keseluruhan, hubungan antara Tujuan Kemajuan yang Wajar (SDGs) dan program konsentrasi Administrasi Bisnis sangat erat dan stabil. Organisasi Bisnis memainkan peran penting dalam melaksanakan standar SDGs, mulai dari pendidikan, kewajiban sosial perusahaan, aset manusia para eksekutif, hingga kemajuan bisnis yang wajar. Bergabungnya SDGs dalam program pelatihan Organisasi Bisnis menjadikan para pionir bisnis masa depan yang memahami perspektif manajerial, namun juga memiliki pengetahuan mendalam tentang dampak sosial dan ekologi dari bisnis.
Pendekatan Kewajiban Sosial Perusahaan (CSR) berbasis SDGs dapat membantu asosiasi bisnis mengatasi kesulitan sosial dan ekologi sekaligus memperluas kedudukan dan dampak positifnya. Manajemen sumber daya manusia yang baik, kemajuan bisnis yang ekonomis, upaya yang terkoordinasi, dan pemanfaatan moral bisnis yang memperhatikan kewajiban persahabatan merupakan sudut pandang mendasar dalam mendukung pencapaian SDGs.
Di Indonesia, dukungan pemerintah melalui pedoman, misalnya, Pedoman Resmi Nomor 59 Tahun 2017, memberikan kekuatan untuk melaksanakan SDGs, dengan penekanan pada kerja sama, semuanya setara, untuk bekerja pada pemerintahan keuangan dan sosial. bantuan dengan cara yang dapat dikelola.
Secara umum, Administrasi Bisnis bukan hanya tentang administrasi keuangan, tetapi juga tentang menjadi spesialis perubahan positif dalam mencapai tujuan kemajuan yang berkelanjutan. Bergabungnya SDGs dalam Organisasi Bisnis menjadikan titik awal yang kuat untuk mencapai perubahan yang lebih penting dan praktis di bidang bisnis dan masyarakat pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Irhamsyah, F. (2019). Sustainable Development Goals (SDGs) dan Dampaknya Bagi Ketahanan Nasional. Jurnal Kajian Lemhannas RI.
Aldi, B., & Djakman, C. D. (2020). Persepsi Manajemen dan Stakeholders pada Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Sustainability Reporting. JURNAL RISET AKUNTANSI DAN KEUANGAN, 405-430.
Sahabuddin, E. S., Hiola, S., & Syawaluddin, A. (2022). SHARE BAPER: Wujudkan Corporate Entrepreneurship berbasis SDGs Melalui Wirausaha Merdeka Mahasiswa Universitas Negeri Makassar. 4.
Komentar
Posting Komentar